1 Jul 2011

Mark Zuckerberg ikut daftar google+?

Google mungkin tidak memiliki jejak yang cukup bagus di dunia social media. Namun 


Google+, layanan baru di jejaring sosial, adalah upaya mereka yang paling ambisius untuk 


menumbangkan Facebook. tapi entah kenapa si empunya facebook yaitu Mark Zuckerberg 


ikut daftar google+. apakah tujuannya untuk memata-matai lawan mainnya?? entahlah yang 


penting sosial media rilisan google ini mampu menyedot perhatian semua orang. Baru 


di-soft launching dua hari yang lalu, Google+ atau disebut Google Plus sudah dibanjiri 


banyak peminat.


Bukan tidak mungkin, Facebook nantinya bakal terancam oleh sepak terjang Google+. 


Berikut 5 alasannya, dikutipdetikINET dari DigitalTrends:
1. Google+ sederhana dan mudah dipakai

Beberapa pihak yang sudah mencoba versi beta Google+ secara umum memberi penilaian 



positif. Disebutkan bahwa Google+ mudah dinavigasi serta intuitif.

Impresi pada interface juga umumnya positif. Dari sisi fungsionalitas dan visual, Google 



sepertinya memulai langkah dengan tepat. Menu-menu di Google+ mudah dimengerti. "Ini 


bisa segera menjadi alternatif yang solid dari Facebook," tulis situs teknologi Mashable.


2. Google telah belajar dari Facebook

Jelas dalam pembuatan Google +, Google belajar banyak dari situs jejaring nomor satu saat 



ini, Facebook. Sebagai hasilnya, Google+ diluncurkan dengan desain simpel dan beberapa 


fiturnya mirip dengan Facebook.

Seluruh fitur di Facebook bertujuan untuk membuat penggunanya terus mengaksesnya. 



Google sepertinya menyadari hal ini sehingga mengimplementasikannya di Google+. Tidak 


cukup hanya memiliki fitur yang mirip dengan Facebook, ada pula berbagai tambahan fitur 


lain yang menarik dan tidak ada di Facebook.
3. Google+ memiliki beberapa layanan inti yang menarik

Secara umum, ada beberapa layanan inti di Google+ yaitu Profile+Circles, Stream+Sparks, 



Hangouts+Huddle, dan photos. Semuanya menyajikan beberapa kelebihan yang tidak dimiliki 


pesaing seperti Facebook.

Misalnya Profile + Circles, di mana user dimudahkan dalam membagi grup teman secara 



mudah dan personal. Setelah dibagi dalam grup, user bisa berkomunikasi dengan anggota 


satu grup saja atau pada seluruh grup sekaligus. Kemudian, Stream+Sparks adalah versi 


news feed ala Facebook, namun lebih mudah difilter. Lalu fitur Hangouts+Huddle 


memungkinkan user melakuan video chat.


4. Google+ terintegrasi dengan berbagai layanan Google.

Di bidang foto Google+, Google mengintegrasikannya dengan layanan Picassa. Memang 



berbagai produk Google akan terintegrasi secara mendalam dalam Google+ dan akan terus 


bertambah di masa depan.

Dilaporkan, lebih dari 100 layanan Google yang berbeda telah ditweak atau dirilis untuk 



terintegrasi dengan baik di Google+, baik dalam tampilan visual maupun fungsionalitasnya. 


Jadi user bisa berharap, Gmail, Google Reader, Google Music ataupun Google Docs bisa 


dipakai di Goggle+.


5. Google tidak ingin kegagalan sebelumnya terulang

Google Wave, Google Buzz atau Google Health adalah layanan sosial dari Google yang gagal. 



Tentu saja raksasa internet ini belajar dari kegagalan tersebut sehingga Google+ tidak 


mengalami nasib yang sama. Jadi, segala upaya terbaik mereka dikerahkan untuk Google+ 


dalam menyaingi superioritas Facebook.


yah mungkin facebook harus ekstra hati-hati nih...

6 komentar:

  1. waaa..seru yaaaaa infonya...terima kasih :)

    BalasHapus
  2. info yang menarik nih mas... baru tahu sy kalo mereka pada bersaing gitu...

    www.anekakeripik.biz

    BalasHapus
  3. Info yang menarik, thanks a lot. sukses selalu

    www.shamika.co.id

    BalasHapus